Ini adalah tulisan pertama saya yang asli saya buat sendiri, langsung saja, begini ceritanya.
Di semester akhir kelas VIII SMP (waktu itu saya SMP 2 Bengkulu), ada sebuah event besar untuk Pramuka Penggalang yang disebut Lomba Tingkat (LT). Dan alhmdulillah regu kami(Scorpio) berhasil mewakili Kota Bengkulu untuk mengikuti LT IV.
Sebelumnya, Lomba Tingkat ini adalah sebuah acara 5 tahunan dalam bentuk perlombaan, dan bukan seperti Jambore, kalau Jambore itu lebih ke pesta. Dan juga kalau pada LT ini kami (peserta) tidak boleh menerima tamu di wilayah Bumi Perkemahan selama kegaiatan (Waktu itu kegiatannya 8 hari 7 malam). Dan yang dilombakan itu adalah SEMUA, semua tentang Dunia Pramuka, semua tentang Dunia Umum dan semua tentang kepribadian kami.
Kegiatan LT IV kemaren sayangnya tidak diikuti oleh seluruh kabupaten yang ada di Bengkulu, kalau tidak salah hanya 5 Kabupaten dan 1 Kota (Regu kami). Peserta mulai memasuki Bumi Perkemahan (Buper) pada hari Sabtu sore (lupa kapan tepatnya,,hehehe). Dan malam harinya kami diberikan pengarahan dari pihak pantia tentang petunjuk teknis dan penyelenggaraan LT IV. Nah, yang lucunya, kami telat datang ke acara malam ini karena kami makan yang terlalu pedas (ni sambel buatan mama saya,,hehe), untungnya malam itu hujan sehingga keterlambatan kami dimaafkan.hehehe...
Lanjut ke hari-hari berikutnya semua berjalan lancar dan tenang sampai sebelum kami Hiking(sebuah perjalanan yang menyusuri tanda jejak). Waktu itu sebelum kami memulai perjalanan, kami diberikan titik bidik pertama untuk memulai perjalanan. Setelah mendapatkan arah lalu kami satu regu kumpul(membentuk lingkaran) menyiapkan perlengkapan dan peta pita. Namun, ketika kami semua sedang mempersiapkan semuanya salah satu diantara kami ada yang menangis, ya MENANGIS !, dia bernama Syaugi, ketika kami bertanya, "kau ngapo nangis gik ?!". Dia lalu menjawab, "Idak ado kak, nangis bae...". Setelah mendengar itu kalian pasti tau apa yang terjadi... Ya, kami semua tertawa terpingkal-pingkal mendengar jawabannya yang masih sangat polos..wkwkwkwkwk. XD.
Kalau tadi cerita yang lucu, sekarang akan saya 'beri tai' cerita yang memalukan. Waktu itu kegiatan malam kami adalah lomba Pentas Seni(Pensi) . Dengan bermodalkan nekat, kami mempercayai semua persiapan Pensi ini kepada teman saya, Trisnovaldo. Kemudian setelah maghrib kami kumpul dan latihan Pensi di halaman tenda. Tidak ada yang membantah dan semua menuruti apa yang Trisno perintahkan.Alhamdulillah sebelum waktunya tiba kami sudah siap dengan sebuah pementasan drama (lupa saya judul dramanya apa) dan kami langsung pergi ke Aula Kwartir Daerah.
Selama Pentas Seni ini, semua kontingen menampilkan karya seni yang berbeda-beda dan tampaknya yang paling mempersiapkan kegiatan ini adalah kontingen dari Rejang Lebong, karena mulai dari kostum dan perlengkapan mereka 'diatas angin' bila dibanding kami semua , akan tapi kami tidak pernah patah semangat. Ketika tiba giliran kami, semua penonton terpukau dengan adegan yang kami lakukan. Cerita dari drama kami begitu natural dan mendekati sempurna, akan tetapi memasuki segmen akhir, teman saya Wendi melakukan kesalahan yang sangat fatal, kalian tahu apa kesalahannya ? Begini, waktu itu Wendi seharusnya keluar dari 'panggung pementasan' dan karena dia berperan sebagai bencong maka ketika dia berjalan, dia sambil berkata "siji,,,loro,,,telu,,,p*p*t (sebuah kata yang tidak pantas diucapakn)". karena hal ini drama kami yang memasuki segmen terakhir terpaksa dihentikan oleh panitia dan kami semua menjadi tidak semangat lagi untuk melanjutkan LT IV ini. huft... :(
Setelah Pensi kami kembali ke tenda, dan disinilah fungsi Saya dan Citra sebagai Pemimpin dan wakil untuk memberi semangat kepada teman-teman agar tetap bertahan. Alhamdulillah kami bisa bertahan hingga malam penutupan, malam "Bhineka Tunggal Ika". Di malam ini malam Sabtu (sudah 1 minggu kami disini) semua peserta mengelilingi Api Unggun yang tinggi apinya mencapai 4meter lebih. Setiap kontingen baik Putera maupun Puteri wajib untuk memberikan sebuah pertunujukan ditengah-tengah lingkaran yang dibentuk (bukan di atas api Unggun,hehehe). Di akhir acara, kami, semua peserta berdiri sambil berpegang tangan dan menyanyikan lagu-lagu Nasional dan Pramuka, pada malam yang sakral ini banyak air mata yang jatuh ke tanah karena akan berpisah. Akan tetapi, karena regu kami sudah mati rasa jadi tidak ada diantara kami yang menangis...hahahaha.... Setelah itu, kami semua kembali ke tenda untuk istirahat dan persiapan Upacara Pentupan.
Keesokan harinya kami semua was-was dengan hasil perlombaan yang akan diumukan setelah Upacara Pentupan. Saya ditunjuk sebagai untuk Petugas untuk Pelepasan tanda peserta berpasangan dengan Puteri dari kontingen Bengkulu Selatan (saya lupa namanya). Setelah upacara, kami semua duduk sambil mendengar pengumuman. Ternyata kami kalah, kami hanya menduduki posisi III dan posisi ke II-nya dari Bengkulu Selatan, Scorpion, masih saudaraan sama regu kami hehehe...,serta posisi I diaraih oleh kontingen Rejang Lebong, Red Leopard 3. Meski kami kalah, kami tidak merasa sedih ataupun menyesal, karena rentang waktu LT III dan LT IV di Kota Bengkulu, hanyalah 1 hari. Berbeda dengan Rejang Lebong, disana rentang waktu antara LT III dan LT IVnya hampir 1 tahun.
Hanya ini yang dapat saya bagi kepada kalian semua, sebenarnya masih banyak cerita yang bisa saya sampaikan, seperti :
- Carut-marut yang terjadi diantara kami
- Saya dan Wendi yang terpaksa jadi timbul untuk acara pertunjukan Busana Muslim
- Atau saling mengerjai ketika lagi tidur dan masih banyak lagi...
yang jelas, I will never can forget you all :)
dan dibawah ini adalah nama-nama anggota Regu kami (Scorpio)
01. Krisna (Pinru)
02. Wim (Anggota)
03. Trisno (Sekretaris)
04. Bandi ( Anggota)
05. David (Anggota)
06. Wendi (Bendahara)
07. Hendra (Anggota)
08. Yogi (Anggota)
09. Syaugi (Anggota)
10. Citra (Wapinru)
I hope, someday we can assemle together again...
Kalau tadi cerita yang lucu, sekarang akan saya 'beri tai' cerita yang memalukan. Waktu itu kegiatan malam kami adalah lomba Pentas Seni(Pensi) . Dengan bermodalkan nekat, kami mempercayai semua persiapan Pensi ini kepada teman saya, Trisnovaldo. Kemudian setelah maghrib kami kumpul dan latihan Pensi di halaman tenda. Tidak ada yang membantah dan semua menuruti apa yang Trisno perintahkan.Alhamdulillah sebelum waktunya tiba kami sudah siap dengan sebuah pementasan drama (lupa saya judul dramanya apa) dan kami langsung pergi ke Aula Kwartir Daerah.
Selama Pentas Seni ini, semua kontingen menampilkan karya seni yang berbeda-beda dan tampaknya yang paling mempersiapkan kegiatan ini adalah kontingen dari Rejang Lebong, karena mulai dari kostum dan perlengkapan mereka 'diatas angin' bila dibanding kami semua , akan tapi kami tidak pernah patah semangat. Ketika tiba giliran kami, semua penonton terpukau dengan adegan yang kami lakukan. Cerita dari drama kami begitu natural dan mendekati sempurna, akan tetapi memasuki segmen akhir, teman saya Wendi melakukan kesalahan yang sangat fatal, kalian tahu apa kesalahannya ? Begini, waktu itu Wendi seharusnya keluar dari 'panggung pementasan' dan karena dia berperan sebagai bencong maka ketika dia berjalan, dia sambil berkata "siji,,,loro,,,telu,,,p*p*t (sebuah kata yang tidak pantas diucapakn)". karena hal ini drama kami yang memasuki segmen terakhir terpaksa dihentikan oleh panitia dan kami semua menjadi tidak semangat lagi untuk melanjutkan LT IV ini. huft... :(
Setelah Pensi kami kembali ke tenda, dan disinilah fungsi Saya dan Citra sebagai Pemimpin dan wakil untuk memberi semangat kepada teman-teman agar tetap bertahan. Alhamdulillah kami bisa bertahan hingga malam penutupan, malam "Bhineka Tunggal Ika". Di malam ini malam Sabtu (sudah 1 minggu kami disini) semua peserta mengelilingi Api Unggun yang tinggi apinya mencapai 4meter lebih. Setiap kontingen baik Putera maupun Puteri wajib untuk memberikan sebuah pertunujukan ditengah-tengah lingkaran yang dibentuk (bukan di atas api Unggun,hehehe). Di akhir acara, kami, semua peserta berdiri sambil berpegang tangan dan menyanyikan lagu-lagu Nasional dan Pramuka, pada malam yang sakral ini banyak air mata yang jatuh ke tanah karena akan berpisah. Akan tetapi, karena regu kami sudah mati rasa jadi tidak ada diantara kami yang menangis...hahahaha.... Setelah itu, kami semua kembali ke tenda untuk istirahat dan persiapan Upacara Pentupan.
Keesokan harinya kami semua was-was dengan hasil perlombaan yang akan diumukan setelah Upacara Pentupan. Saya ditunjuk sebagai untuk Petugas untuk Pelepasan tanda peserta berpasangan dengan Puteri dari kontingen Bengkulu Selatan (saya lupa namanya). Setelah upacara, kami semua duduk sambil mendengar pengumuman. Ternyata kami kalah, kami hanya menduduki posisi III dan posisi ke II-nya dari Bengkulu Selatan, Scorpion, masih saudaraan sama regu kami hehehe...,serta posisi I diaraih oleh kontingen Rejang Lebong, Red Leopard 3. Meski kami kalah, kami tidak merasa sedih ataupun menyesal, karena rentang waktu LT III dan LT IV di Kota Bengkulu, hanyalah 1 hari. Berbeda dengan Rejang Lebong, disana rentang waktu antara LT III dan LT IVnya hampir 1 tahun.
Hanya ini yang dapat saya bagi kepada kalian semua, sebenarnya masih banyak cerita yang bisa saya sampaikan, seperti :
- Carut-marut yang terjadi diantara kami
- Saya dan Wendi yang terpaksa jadi timbul untuk acara pertunjukan Busana Muslim
- Atau saling mengerjai ketika lagi tidur dan masih banyak lagi...
yang jelas, I will never can forget you all :)
dan dibawah ini adalah nama-nama anggota Regu kami (Scorpio)
01. Krisna (Pinru)
02. Wim (Anggota)
03. Trisno (Sekretaris)
04. Bandi ( Anggota)
05. David (Anggota)
06. Wendi (Bendahara)
07. Hendra (Anggota)
08. Yogi (Anggota)
09. Syaugi (Anggota)
10. Citra (Wapinru)
![]() |
| ini adalah foto regu Scorpio |

I LIKE IT ........
BalasHapusmakasih... :D
BalasHapusaih,, regu mbak mana kris??
BalasHapusTukeran link kir..
BalasHapusBaru ngeblog lagi setelah sekian lama..
http://www.masramadhani.co.cc/