Ide untuk membuat tulisan ini sebenarnya udah muncul setelah ceramah agama yang diberikan oleh Ustadz Dani Hamdani dalam rangka do'a bersama siswa-siswi Kelas XII SMANegeri 2 Kota Bengkulu yang diadakan pada tanggal 1 April 2011. Namun, karena saya akan menghadapi UN 2011 (yang telah dilaksanakan 1 minggu yang lalu) jadi saya baru ada waktu untuk posting sekarang,,hehehe... :)
Langsung aja ya,,
Jum'at, 1 April 2011 adalah hari yang biasa untuk kami anak-anak kelas XII namun yang membedakannya kali ini adalah kehadiran Ustadz Dani Hamdani sebagai pengisi acara (biasanya pak Saharudin). Seperti biasa, sebelum masuk ke acara inti kami mendapatkan sedikit pengarahan dari Pak Saharudin dan Ibu Darmawati (biasa dipanggil Ibu Ida, Kepala Sekolah ). Mereka berdua selalu membakar semangat kami seperti di film Sang Pemimpi,hehe..
Selanjutnya tiba waktu bagi Ustadz Dani Hamdani untuk menyampaikan dakwahnya. Ia mengatakan sebelum kita menghadapi UN 2011 hendaknya kita meminta maaf kepada kedua Orang Tua kita dan mohon do'a restu darinya. Dia juga menceritakan pengalaman hidupnya, "ketika itu Ibu saya meminta uang sebesar Rp.300.000,-, akan tetapi tidak saya berikan karena uang yang saya miliki hanya untuk cukup ongkos pulang" kemudian di perjalanan Ustadz Dani Hamdani naik taksi dan disinilah karma Allah SWT langsung turun kepadanya. Ia ditipu karena argo Taksi menunjukkan harga yang tidak semestinya, "Saya marahi supir taksi itu, akan tetapi supir taksi itu tidak mau mengalah.Saya pun mengalah, lalu saya teringat akan tindakan yang saya lakukan kepada Ibu saya, dan saya langsung meneleponnya untuk meminta maaf atas tindakan tersebut" kata Ustadz Dani Hamdani. "Nah, karena itulah kita jangan pernah membuat Orang Tua kita susah, karena jika begitu segala urusan yang akan kita lakukan pasti akan berantakan" kata Ustadz Dani Hamdani menyimpulkan.
Sampai disini temen-temen pasti bingung kan maksud dari judul tersebut sebenernya apaan si ?? begini maksudnya,,
Di akhir dakwahnya Ustadz Dani Hamdani sedikit bercerita tentang kenakalan remaja(khususnya remaja putri). "Kalian pasti pernah melihat di film-film sebuah intan permata yang dilindungi dengan sangat baik, dan kalau kita tidak punya uang untuk membelinya kita hanya bisa melihat-lihat keindahannya saja. Lain halnya dengan pisang goreng yang ketika masih hangat bisa dipegang-pegang, namun setelah dingin ditinggalkan begitu saja oleh tangan yang tak bertanggung jawab. Jadi untuk kalian para remaja Putri jadilah seperti intan permata yang keindahanya hanya bisa dilihat namun tak bisa disentuh dan jangan menjadi pisang goreng yang ketika masih hangat dipegang-pegang namun setelah dingin ditinggalkan begitu saja" said Ustadz Dani Hamdani.
Jadi, kalian pilih yang mana wahai para wanita ? hahaha :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar